Berbaik Sangka Untuk Sahabat

tumblr_mj3pzuEyiz1s69eiao1_500

“Pujilah sesorang teman di belakangnya.
Esok lusa, pujian itu akan sampai kepadanya.
Dan, lihatlah wajah kebahagiaannya apabila berjumpa.
Nescaya, persahabatan kamu akan lebih akrab.”

Ada orang percaya bahawa sukar untuk memberi maaf. Adakah ia benar? Bagi saya, untuk memberi maaf lebih mudah daripada belajar untuk percaya lagi. Lebih baik tersalah maaf daripada tersalah hukum. Saling memberi maaf, justeru sahabat juga tidak alpa daripada berbuat salah terhadap sahabat yang lain. Saling menasihati, insyaAllah, aman dunia.

Dalam gesit (kepantasan) malam dengan bertemankan nyanyian tasbih sang cengkerik, saya menata ayat-ayat puisi di bawah. Di jarak yang tidak berapa jauh, sepelaung sahaja, sang ombak menghempas pantai di Cherating, Pahang. Sebuah nukilan rasa.

Gemuruh ombak itu,
Membangkit nyaliku,
Bahawa alam bertasbih memuji Tuhan nan Esa.

Deruan ombak itu,
Menggamit sari jiwaku,
Bahawa alam akur, memuja Tuhan nan tunggal.

Hempasan ombak itu,
Menautkan aksara menjadi ceritera,
Bahawa daku sayang padamu, teman.

Usai telingkah, bak masam manis kehidupan itu, saling bermuhasabah dan membetulkan mana yang patut.
Hijrah itu menaut persahabatan, mencuci dosa.
Nyahkan hasutan iblis yang sering meniup sengketa.

Jihad Di jalan Allah SWT

tumblr_m8rvfyBH501r3qwdqo1_500

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Al Baqarah : 218)

Jihad kata-kata itu mungkin tak asing lagi di telinga kita semua,terkadang kita menafsirkan jihad itu dengan perang,bom bunuh diri sampai aksi terror.Ya memang tak heran kalau banyak orang yang menganggap jihad dengan seperti itu.

Jihad secara bahasa berarti mengerahkan dan mencurahkan segala kemampuannya baik berupa perkataan maupun perbuatan. Dan secara istilah syari’ah berarti seorang muslim mengerahkan dan mencurahkan segala kemampuannya untuk memperjuangkan dan menegakan Dien Islam demi mencapai ridha Allah SWT. Oleh karena itu kata-kata jihad selalu diiringi dengan fi sabilillah untuk menunjukkan bahwa jihad yang dilakukan umat Islam harus sesuai dengan ajaran Dien Islam agar mendapat keridhaan Allah SWT.
Imam Syahid Hasan Al-Banna berkata, “Yang saya maksud dengan jihad adalah; suatu kewajiban sampai hari kiamat dan apa yang dikandung dari sabda Rasulullah saw.,” Siapa yang mati, sedangkan ia tidak berjuang atau belum berniat berjuang, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah”.

Tujuan Jihad,Setelah kita sudah membaca dari pengertian Jihad tersebut sekarang mari kita pahami Tujuan dari Jihad tersebut.
Jihad fi sabilillah disyari’atkan Allah SWT bertujuan agar hukum,aturan serta syariat islam tegak di muka bumi dan dilaksanakan oleh manusia,serta berbagai macam aturan atau hukum selain Allah (Thagut) di bumi hanguskan. Sehingga manusia mendapat rahmat dari Allah dan terbebas dari fitnah. Jihad fi sabilillah bukanlah tindakan balas dendam dan menzhalimi kaum yang lemah, tetapi sebaliknya untuk melindungi kaum yang lemah dan tertindas di muka bumi. Jihad juga bertujuan tidak semata-mata membunuh orang kafir dan melakukan teror terhadap mereka, karena Islam menghormati hak hidup setiap manusia. Tetapi jihad disyariatkan dalam Islam untuk menghentikan kezhaliman dan fitnah yang mengganggu kehidupan manusia.

Allah berfirman:” Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!.”

“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.”(An Nisaa’ : 74-76)

Dalam berjihad menegakkan Dien ini semata-mata mencari Ridha Allah ada beberapa macam cara,antara lain :

1. Jihad dengan lisan, yaitu menyampaikan, mengajarkan dan menda’wahkan ajaran Islam kepada manusia serta menjawab tuduhan sesat yang diarahkan pada Islam. Termasuk dalam jihad dengan lisan adalah, tabligh, ta’lim, da’wah, amar ma’ruf nahi mungkar dan aktifitas politik yang bertujuan menegakkan kalimat Allah.
2. Jihad dengan harta, yaitu menginfakkan harta kekayaan di jalan Allah khususnya bagi perjuangan dan peperangan untuk menegakkan kalimat Allah serta menyiapkan keluarga mujahid yang ditinggal berjihad.
3. Jihad dengan jiwa, yaitu memerangi orang kafir yang memerangi Islam dan umat Islam. Jihad ini biasa disebut dengan qital (berperang di jalan Allah). Dan ungkapan jihad yang dominan disebutkan dalam al-Qur’an dan Sunnah berarti berperang di jalan Allah.

Keutamaan Berjihad di Jalan Allah, banyak sekali keutamaan-keutamaan dalam berjihad di jalan Allah serta balasan-balasannya bagi orang-orang yang berjuang menegakkan Dienullah baik dengan harta serta jiwa raga. Allah berfirman:
”Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berjuang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (At Taubah : 111)

Rasulullah SAW bersabda: Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah SAW ditanya: ”Amal apakah yang paling utama?” Rasul SAW menjawab: ”Beriman kepada Allah”, sahabat berkata:”Lalu apa?” Rasul SAW menjawab: “Jihad fi Sabilillah”, lalu apa?”, Rasul SAW menjawab: Haji mabrur”. (Muttafaqun ‘alaihi)
Dari Anas ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Pagi-pagi atau sore-sore keluar berjihad di jalan Allah lebih baik dari dunia seisinya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Dari Anas ra bahwa nabi SAW bersabda: ”Tidak ada satupun orang yang sudah masuk surga ingin kembali ke dunia dan segala sesuatu yang ada di dunia kecuali orang yang mati syahid, ia ingin kembali ke dunia, kemudian terbunuh 10 kali karena melihat keutamaan syuhada.” (Muttafaqun ‘alaihi)

”Bagi orang yang mati syahid disisi Allah mendapat tujuh kebaikan: 1. Diampuni dosanya dari mulai tetesan darah pertama. 2. Mengetahui tempatnya di surga. 3. Dihiasi dengan perhiasan keimanan. 4. Dinikahkan dengan 72 istri dari bidadari. 5. Dijauhkan dari siksa kubur dan dibebaskan dari ketakutan di hari Kiamat. 6. Diletakkan pada kepalanya mahkota kewibawaan dari Yakut yang lebih baik dari dunia seisinya. 7. Berhak memberi syafaat 70 kerabatnya.” (HR at-Tirmidzi)
Hukum berjihad
Hukum Jihad fi sabilillah secara umum adalah Fardhu Kifayah, jika sebagian umat telah melaksanakannya dengan baik dan sempurna maka sebagian yang lain terbebas dari kewajiban tersebut. Allah SWT berfirman:“Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya” (At-Taubah 122).
Sebaliknya, Jihad bisa menjadi Fardhu’Ain jika :
1. Muslim yang telah mukallaf sudah memasuki medan perang, maka baginya fardhu ‘ain berjihad dan tidak boleh lari.
Allah berfirman:
”Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.” (Al-Anfal 15-16).
2. Musuh sudah datang ke wilayahnya, maka jihad menjadi fardhu ‘ain bagi seluruh penduduk di daerah atau wilayah tersebut .
Allah berfirman:
”Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (At-Taubah 123)
3. Jika pemimpin memerintahkan muslim yang mukallaf untuk berperang, maka baginya merupakan fardhu ‘ain untuk berperang. Rasulullah SAW bersabda:
”Tidak ada hijrah setelah futuh Mekkah, tetapi yang ada adalah jihad dan niat. Dan jika kamu diperintahkan untuk keluar berjihad maka keluarlah (berjihad).” (HR Bukhari)
Kata-kata jihad
Khubaib bin Adi ra. berkata ketika disiksa oleh musuhnya, “Aku tidak peduli, asalkan aku terbunuh dalam keadaan Islam. Dimana saja aku dibunuh, aku akan kembali kepada Allah. Kuserahkan kepada Allah kapan saja Ia berkehendak. Setiap potongan tubuhku akan diberkatinya”.

Al-Khansa ra. berpesan kepada 4 anaknya mengantarkan mereka untuk jihad, “Wahai anak-anakku ! Kalian tidak pernah berkhianat pada ayah kalian. Demi Allah, kalian berasal dari satu keturunan. Kalianlah orang yang ada dalam hatiku. Jika kalian menuju ke medan perang, jadilah kalian pahlawan. Berperanglah ! Jangan kembali. Aku membesarkan kalian untuk hari ini”.

Demikianlah jihad adalah satu-satunya jalan menuju kemuliaan di dunia dan di akhirat,mendapatkan Ampunan Allah, surga Adn, Pertolongan dan Kemenangan. Wallahu a’lam bishawaab.

Bicara soal cinta

tumblr_nxbz5yViiN1sjt6sco1_500

Pada suatu ketika, Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, “Siapakah yang paling luar biasa imannya?”

Para sahabat menjawab, “Malaikat, ya Rasulullah.”

Rasulullah SAW membalas, ” Sudah tentulah malaikat luar biasa imannya kerana mereka sentiasa di sisi Allah SWT.”

Para sahabat terdiam seketika. Kemudian memberi jawapan, “Para nabi, ya Rasulullah SAW.”

Rasulullah berkata, “Para nabi sudah tentu hebat imannya kerana mereka menerima wahyu daripada Allah SWT.”

Para sahabat mencuba lagi, “Andai begitu, kamilah yang paling beriman.”

“Aku berada din tengah-tengah kalian. Sudah tentu kalian orang yang paling beriman.”

Selajur itu, salah seorang daripada para sahabat berkata, “Kalau begitu, Allah SWT dan Rasul-Nya sahajalah yang mengetahui.”

Maka dengan nada perlahan, Rasulullah SAW berkata, “Mereka ialah umat yang hidup selepas aku. Mereka membaca al-Quran dan beriman dengan isinya. Orang yang beriman denganku dan pernah bertemu denganku ialah orang yang bahagia. Namun, orang yang tujuh kali lebih bahagia ialah mereka yang tidak pernah bertemu aku tetapi beriman denganku.”

Nabi Muhammad SAW diam seketika. Kemudian, Baginda menyambung dengan suara yang lembut, “Sesungguhnya, aku rindukan mereka…”

Bicara soal cinta,
Usah damai dalam sedar yang lena,
Cuba berpaling ke belakang sejeda,
Fikir bahawa ada sebuah cinta,
Rasulullah SAW sudah berceritera,
Bahawa syurga sebermula manusia.

Kaya Dengan Memberi

tumblr_nn6b5mfGs91tha0uzo1_500

Dalam satu peristiwa, Sayidina Umar telah bersedekah kuda untuk tujuan perjuangan Islam.Kemudian pada lain ketika, kuda itu dijual oleh orang lain. Sebaik mengetahui berita tersebut, beliau berhasrat untuk membelinya kembali.Ekoran itu, beliau pergi menemui Rasulullah SAW dan berkata, “Ya rasulullah SAW, saya berhasrat membelinya kembali. Apa nasihatmu

Rasulullah SAW menjawab yang bermaksud: “Janganlah engkau ambil kembali sedekahmu” (Riwayat al-Bukhari)

Ustaz Nasrudin Hassan menulis, “Orang yang paling hebat dan kuat ialah orang yang bersedekah, tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa adanya unsur-unsur untuk menunjuk-nunjuk, ataupun keinginan untuk diketahui oleh orang lain.”

“Hal ini disebabkan naluri manusia sebenarnya selalu rindukan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih dan sebagainya. Bahkan di hati kita pun selalu terdetik untuk mempamerkan segala aopa yang ada pada diri, atau segala apa yang boleh kita lakukan. Apalagi jika yang ada pada diri kita atau yang sedang kita lakukan itu berupa kebaikan.”

“Manakala menarik sedekah pula adalah satu perbuatan yang disifatkan oleh Rasulullah SAW di dalam sebuah hadis sebagai memakan semula sesuatu yang telah dimuntahkan oleh seseorang. Perkara ini menunjukkan bahawa ia adalah perbuatan yang buruk dan amat memalukan.”

Dalam sebuah hadis kudsi, Allah SWT berfirman yang bermaksud:

“Wahai anak Adam! berinfaqlah (bersedekah), Aku pasti akan melimpahkan kurnia kepadamu. Sesungguhnya gudang nikmat dan kelebihannya (Yaminullah)b sangat penuh berlimpah ruah, tidak akan susut sedikit pun siang atau malam.” (Riwayat Daaruqutni, Bersumberkan Abu Hurairah)

Jangan kedekut kerana rezeki yang diberi untuk orang lain bakal menyuburkan sumber pendapatan kita.

Ayuh berhijrah!